35 Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kuningan Studi Banding ke SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta.


Kuningan — Sebanyak 35 maha­siswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kuningan melakukan studi banding ke SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, sebagai salah satu Sekolah Dasar Rujukan Nasional, Selasa (14/01). Selain mengunjungi SD Muhammadiyah Sapen mahasiswa semester tujuh itu juga akan mengunjungi Kampung Lava di kaki Gunung Merapi.

Para Dosen dari Program Studi PGSD serta pimpinan yang turut hadir langsung mendampingi para mahasiswa itu, salah satunya kordinator pelaksana Udin Sanudin, M. Pd menyebutkan bahwa kunjungan ini merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya oleh para mahasiswa dalam kehidupan nyata. 

Kegiatan studi banding kali ini diawali dengan kunjungan ke SD Muhammadiyah Sapen. Mahasiswa yang hadir dituntut agar mampu menggali sebanyak mungkin informasi yg terdapat secara teknis real dan empiris. Untuk dijadikan barometer dan pembanding yang kemudian masuk analisis buat menemukan sebuah pembaharuan yg aplikatif, baik buat plan kedepan dlm jangka pendek dan panjang secara futuristik, ungkap Nanan Abdul Manan, M. Pd selaku Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan yang turut hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut. 

Pada kegiatan studi lapangan di SD Sapen tersebut mahasiswa dibagi kedalam beberapa kelompok kajian yang berkesempatan mendengarkan penjelasan langsung tentang sistem tata kelola SD Muhammadiyah Sapen oleh Sofyan, S. Si, selaku Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sapen.  Secara bergantian mahasiswa berdialog langsung dan mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan manajemen pendidikan yang disampaikan oleh beliau. Sofyan berpesan agar generasi hari ini harus memiliki kecakapan 4C (critical thinking, comunication, colaboration, dan creativity) 

"Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari ini akan memfokuskan mahasiswa pada kajian tentang sistem dan tata kelola pendidikan di Sekolah Dasar (SD) serta berkaitan dengan tempat, ruang dan sistem sosial yang nantinya para mahasiswa juga akan mem­buatkan laporan perjalanannya selama studi lapangan ini," sebut Dede Darkam, M. Pd. selaku Ketua Prodi PGSD.

(asa)