Hima PGSD STKIP Muhammadiyah Kuningan Kolaborasi, Gelar Webinar Nasional



Kuningan, UPMKnews Dua Organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) STKIP Muhammadiyah Kuningan dan HIMA PGSD Universitas Kuningan (UNIKU) kolaborasi gelar Webinar Nasional, Senin, (27/7/2020).

Para pentolan aktivis Hima tersebut menghadirkan tema “Efektifitas Belajar Online Tingkat Sekolah Dasar di Masa Pandemi.” Adapun yang menjadi narasumber, Slamet Arifin, M.Pd, Dosen PGSD Universitas Kuningan, kemudian Dede Darkam, M.Pd Dosen STKIP Muhammadiyah Kuningan, sekaligus Ketua Prodi PGSD, dan dimoderatori oleh Trisha Saputri, pengurus Hima PGSD UNIKU Bidang Pendidikan.

Selamet Arifin, yang menyampaikan materi lebuh dulu, menyoroti soal pembelajaran masa pandemi bagi siswa. Menurutnya, pendidikan saat ini memaksa siswa dan guru berjauhan dan terpisah jarak. Dari hasil survey, ada sekitar 78% siswa belum pernah melakukan pembelajaran secara online atau daring. Sehingga ini menimbulkan kecemasan tersendiri bagi siswa, guru, maupun orangtua. Hanya sekitar 21% siswa yang pernah mengalami pembelajaran online, kata Slamet.

Untuk mengindari kecemasan siswa melalui pembelajaran online, ada beberapa tips yang disampaikan oleh Selamet, diantaranya: 1) perlakukan siswa dengan baik; 2) atur waktu belajar siswa dengan baik; 3) jangan buat jam belajar siswa seperti jam belajar di sekolah; 4) komunikasi secara terbuka dengan orangtua; 5) usahakan siswa tetap berkomunikasi dengan temannya melalui VC; dan 6) berikan alokasi waktu siswa bisa bersenang-senang.

Beberapa dampak yang terjadi akibat adanya pembelajaran jarak jauh , menurut Dede Darkam adalah: 1) guru terpaksa memadatkan materi pembelajaran dalam kurikulum yang biasanya 10 bab kini menjadi 5 bab saja; 2) meta pelajaran yang diajarkan pun menjadi terbatas; 3) proses yang biasa dialog atau diskusi, sekarang menjadi serba terbatas; 4) guru tidak bisa memantau langsung perkembangan belajar siswa karena terhalang jarak; 5) waktu belajar yang selalu berubah-ubah.

Selain itu Dede Darkam menegaskan, “dengan diberlakukannya sistem pembelajaran online, siswa, guru, dan orangtua menjadi gugup dan gagap, artinya semuanya merasa kaget dengan sistem pembelajaran ini, karena tidak pernah dilakukan sebelumnya, sehingga membutuhkan adaptasi kebiasaan dalam penerapan sistem pembelajaran ini.” Kata Dede

Dalam keterangan tertulisnya, Ajeng Aliya Nurlatipa, Ketua Hima PGSD STKIP Muhammadiyah Kuningan periode 2019 – 2020, “acara ini sangat bermanfaat bagi kami, terlebih yang mengikuti webinar kali ini adalah kalangan mahasiswa di lingkup PGSD.”

“Dengan adanya wbinar ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan mahasiswa terkait kondisi pendidikan SD saat ini, yang berjalan secara daring. Selain sharing ilmu, acara ini juga sekaligus ajang silaturahmi 2 Perguruan Tinggi yang ada di Kuningan yaitu UNIKU dan STKIP Muhammadiyah Kuninga, dimana acara yang terselenggara atas ide dari masing-masing HIMA PGSD.”

“Harapan untuk kedepannya, semoga kerjasama antara HIMA PGSD Uniku dan HIMA PGSD STIP Muhammadiyah Kuningan tidak putus sampai disini, sehingga di kemudian hari akan ada kerjasama yang jauh lebih mengedukasi banyak kalangan,” kata Ajeng kepada UPMKnews (27/7). 

(asa)


Bagikan berita ini | Facebook Twitter Whatsapp