Kenakalan Remaja Akibat Pergaulan Bebas


Kuningan, UPMKnews --- Seiring kemajuan dunia yang begitu pesat perkembangan ilmu dan teknologi yang canggih membawa arus informasi, komunikasi sehingga membuka peluang manusia untuk berinteraksi. Hal ini membuka peluang yang positif sekaligus juga negatif terhadap pribadi-pribadi secara individual.

Masalah yang pokok dewasa ini semakin buruk nilai-nilai agamanya dimata generasi muda. Remaja dihadapkan pada kontradiksi dan aneka ragam pengalaman moral yang menyebabkan remaja merasa bingung untuk memilih mana yang baik untuk mereka. Hal ini banyak faktor internal maupun eksternal. Faktor internal antara lain datang dari individu remaja itu sendiri, dimana ketidaksiapan remaja terhadap perubahan fisik maupun fisikis menimbulkan gejolak jiwa yang tak mampu mereka atasi.

Sedangkan faktor eksternal diantaranya adalah pengaruh lingkungan, gaya hidup modern, pergaulan bebas, kemajuan ilmu dan teknologi yang disalah gunakan, pengaruh budaya barat, kurang ditanamkannya nilai-nilai agama sejak dini sehingga memacu terjadinya kenakalan remaja.

Individu merupakan perseorangan yang memiliki keunikan, dimana setiap keunikan yang dimiliki individu dapat menciptakan suatu interaksi sosial. Interaksi tersebut dilakukan antar kelompok yang disebut dengan masyarakat.

Dimana didalamnya terdapat norma, adat dan Hukum. Sekelompok individu yang terjalin interaksi sosial dapat digolongkan ke dalam 3 golongan yaitu, interaksi sosial antar individu dengan individu, interaksi sosial individu dengan kelompok dan interaksi sosial antar kelompok dengan kelompok.

Dimana interaksi interaksi tersebut bersifat negatif dan positif, jika interaksi yang bersifat positif akan menciptakan suatu hubungan harmonis yang seimbang terhadap manusia dan Tuhan. Sedangkan interaksi sosial yang bersifat negatif, akan menimbulkan suatu dampak yang akan membawa kepada pemyimpangan aturan, norma dan hukum.

Dalam perkembangan zamanya interaksi sosial menyesuaikan dengan teknologi-teknologi yang sudah ada. Semakin canggih teknologi yang ada semakin meningkat pula lingkup interaksi sosial tersebut. Salah satunya adalah meningkatnya pergaulan bebas yang terjadi karena interaksi sosial. Pergaulan bebas condong terhadap budaya yang kebarat-barataan.

Di era globalisasi ini banyak pengaruh negatif yang ditimbulkan banyak kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk sedangkan budaya tersebut tidak cocok dengan kebudayaan kita yang ketimuran. Interaksi sosial yang dipengaruhi teknologi menyebabkan kebudayaan barat masuk ke dalam kebudayaan kita, sehingga banyak anak muda zaman sekarang yang mengikuti perilaku-perilaku budaya barat yang dianggap seperti sudah menjadi kebudayaan sendiri.

Apa yang kita lihat anak zaman sekarang seharusnya bisa memilah dan memilih teman agar tidak terjerumus ke arah atau ajakan yang salah. Pengaruh ajakan teman yang mempengaruhi seseorang atau individu yang membuat mabuk-mabukan atau memakai narkoba yang dapat merusak masa depannya. Dan membuat individu itu ketergantungan yang bisa membuat ia malas sekolah, malas belajar, sering mengantuk dan melamun didalam kelas.

Untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas, pertama yang perlu di kuatkan adalah pondasi agama dari diri para remaja. Mengapa saya di sini mengatakan harus di kuatkannya pondasi agama? Karena dengan kuat nya pondasi agama dalam diri remaja, di harapkan dapat menjadi sebuah rem atau kendali dalam melakukan segala kegiatan. Di dalam agama di atur bagaimana cara nya bersosialisasi dengan baik dan benar, memilah teman mana yang sekiranya dapat membawa dampak buruk bagi pergaulan, di ajarkan untuk menjauhi hal - hal yang sekiranya kurang/tidak bermanfaat sama sekali seperti di haramkannya meminum khamr dan di ajarkan batasan - batasan dalam pergaulan.

Dengan menguatkan pondasi agama, diharapkan para remaja minimal mengetahui mana yang baik dan buruk untuk pergaulan, mana yang di larang oleh agama yang dapat membawa dampak buruk, sehingga para remaja dapat memilah sendiri mana yang baik, sehingga dapat mencegah terjadi nya pergaulan bebas.

Yang kedua untuk mencegah pergaulan bebas adalah menjalin kedekatan dengan keluarga dan faktor pengawasan orang tua. Keluarga merupakan faktor yang sangat penting, karena keluarga merupakan orang terdekat dan setiap hari selalu melakukan interaksi. Dengan terjalinnya hubungan baik dengan keluarga, sharing-sharing hanya untuk sekedar mengobrol santai, itu dapat mencegah terjadinya pergaulan bebas pada remaja, karena para remaja seperti mendapatkan teman bergaul yang menyenangkan dan menenangkan.

Terkadang remaja yang terjerumus kedalam pergaulan bebas, biasanya faktor utamanya adalah kurangnya hubungan baik dengan keluarga, kurangnya pengawasan orang tua dalam mendidik anak nya, terkadang juga para remaja merasa tertekan di dalam lingkungan keluarga sehingga mencari pelarian/kenyamanan di luar dan terjadinya pergaulan bebas. Sehingga, disini sangat di butuhkan keharmonisan keluarga dan pengawasan yang baik tanpa mengekang kepada para remaja.

Terakhir yang dapat mencegah terjadinya pergaulan bebas adalah meyibukan diri dengan kegiatan yang bermanfaat. Jika kita masih menempuh jenjang pendidikan, maka kita harus fokus belajar dan memilah teman yang baik. Usahakan mengikuti kegiatan yang bermanfaat yang dapat membawa dampak positif bagi pergaulan.

Penulis : Najib Fauzi, Ryan Nugraha, Lilis Marliana, Tesa Aditiya, Mira Dea Syafira, Sapitri, Sabila Hartanti.


Bagikan Berita Ini

Facebook Twitter Whatsapp