Nanan Abdul Manan: Ajak Lulusan Survival dan Adaptable Menghadapi Tantangan Zaman


Kuningan, UPMKnews -- Momentum wisuda merupakan rangkaian akhir dalam perjalanan akademik program sarjana. Proses yang diawali di semester pertama hingga akhir merupakan perjalanan yang tidak mudah, perjuangan yang tidak ringan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Semua proses itu dilalui semata-mata untuk tholabul ilmi atau mencari ilmu sesuai dengan perintah Allah swt.

Tanpa ada perintah mencari ilmu itu tentu upaya kita, jerih payah kita selama bertahun-tahun di STKIP Muhammadiyah Kuningan hanya sebatas pekerjaan yang sia-sia belaka. Maka dari niat karena Allah ini, kita berada dalam kekuatan lahir dan bathin hingga hari berbahagia (wisuda).

Upacara wisuda STKIP tahun ini sungguh berbeda dengan wisuda sebelumnya. Di tengah era pandemi covid-19 melanda, dengan segala perubahan yang terjadi secara tiba-tiba, perubahan regulasi akademik yang memaksa kita, alhamdulillah kita secara perlahan beradaptasi dengan keadaan ini.

Survival dan adaptable merupakan pilihan yang niscaya dalam hidup ini. ketika kemaren sore kita baru mendengar dan mengenal tentang hingar bingar isu revolusi Industri 4.0, disusul dengan RI 5.0 dengan segala peristilahan disrupsinya, peristiwa pandemi covid-19 telah mengajak dan memaksa kita untuk menemukan formula baru yang sama sekali kita belum pernah terbayangkan dan terprediksi oleh kita, namun tetap harus ditemukan gaya hidup baru itu.

Perubahan yang dipaksa oleh pandemi covid-19 merambah pada semua lapisan kehidupan masyarakat, tak terkecuali di level pendidikan; mulai usia dini, dasar, menengah dan perguruan tinggi. Sehingga, kita harus menemukan rumus kehidupan baru yang bisa menjadikan diri kita untuk bisa beradaptasi dalam kondisi saat ini.

Dalam konteks sarjana pendidikan, merespon perubahan yang serba tiba-tiba; dengan ketidakpahaman, ketidakstabilan, maupun ketidakpastian dalam segala kebijakan pengajaran dan pembelajaran, maka hal ini sangat penting untuk ditemukan solusi cepat dan tepat.  Model pembelajaran apa yang harus diciptakan, bagaimana manajemen waktu dalam pengajaran, bagaimana menciptakan proses pembelajaran yang tetap berbasis tujuan dan luaran kontekstual, dan bagaimana pula kita menemukan pola asesmen yang tepat dalam pembelajaran saat ini.

Mengacu kepada visi STKIP Muhammadiyah Kuningan, yakni Unggul dalam pendidikan, teknologi dan kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Maka, integrasi antara pendidikan, teknologi dan kewirausahaan menjadi sebuah kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa maupun lulusan STKIP Muhammadiyah Kuningan.

Kompetensi pedagogi merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kuningan. Sebagai perguruan tinggi yang konsen dalam pendidikan, STKIP Muhammadiyah Kuningan mendeklarasikan diri sebagai kampus pencetak para pendidik profesional di bidang TIK, bidang olahraga, bidang matematika, bidang PAUD, bidang bahasa dan sastra sunda dan bidang Guru SD.

Masing-masing bidang tersebut dirancang dan dikembangkan menjadi keunggulan dalam bidang pendidikan. Untuk menjadi seorang guru profesional di era perubahan ini, integrasi keunggulan pendidikan, keterampilan teknologi dan kemandirian ekonomi melalui program kewirausahaan. Dari ketiga visi lembaga tersebut, mahasiswa dibimbing dan diarahkan untuk memiliki tiga kompetensi tersebut.

Menjadi guru profesional adalah keniscayaan dalam ikhtiar menjemput amalan baik di hadapan Allah, menjadi guru yang terampil dalam teknologi adalah respon cepat terhadap era perubahan yang sedang menuju ke arah whole digital life. Parameter keunggulan guru dalam hal pendidikan dan pengajaran hari ini adalah ketika ditunjang oleh kompetensi digital.

Perkembangan teknologi tidak untuk dicegah akan tetapi penting untuk direspon agar kita mampu memanfaatkannya untuk pencapaian tujuan. Maka kompetensi digital menjadi sangat penting bagi seorang guru masa kini.  Keunggulan ketiga yang harus dimiliki guru masa kini adalah kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan.

Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kuningan diarahkan dan dibimbing untuk memiliki ketiga kompetensi sesuai dalam visi secara terintegrasi; unggul dalam pendidikan , terampil dalam teknologi dan mandiri dalam ekonomi.  Inilah solusi tepat bagi lulusan STKIP Muhammadiyah Kuningan untuk meraih mimpi besar di masa mendatang.

Dengan kekuatan integrasi ketiga visi besar STKIP Muhammadiyah Kuningan tersebut. Ada banyak raihan prestasi besar yang sudah, sedang dan terus dilakukan oleh sivitas akademika. Untuk mendukung visi unggul dalam pendidikan, prestasi besar tahun ini telah diraih dan sedang dijalankan programnya adalah Hibah Program Pendidikan Jarak Jauh/PJJ untuk prodi PTIK, 2 Proposal Hibah Penelitian Kerjasama Perguruan Tinggi, bertambahnya 3 Doktor baru, 4 prodi mendapatkan Hibah program Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PTIK, PMTK, PGPAUD, PGSD), 6 Proposal Hibah Penelitian Dasar Pemula, terpilihnya 12 mahasiswa untuk mengikuti program Kampus Mengajar Perintis di era Covid19, dan yang tidak kalah luar biasa lagi, kita akan menyelenggarakan hajat besar di tanggal 25 November ini yaitu 1st Kuningan International Conference dengan jumlah peserta yang terdaftar seluruh Indonesia telah mencapai 215.

Untuk mendukung visi unggul dalam teknologi, alhamdulillah, STKIP sudah membuat semua aplikasi pelayanan akademik maupun non akademik sebanyak 25 aplikasi bahkan kita sudah cepat merespon terkait pembelajaran daring, STKIP Muhammadiyah Kuningan sudah memiliki Learning Management System mandiri dengan nama ruangmu.upmk.ac.id. sebuah platform pembelajaran online yang dirancang sesuai kebutuhan saat ini.

Dan tentu perlu kami sampaikan penghargaan yang luar biasa atas segala curahan ide besar dalam pengembangan IT di kampus yang memiliki roadmap pengembangan mulai dari e-campus di 2020, digital campus di 2021, smart campus di 2022 dan integrated campus services di 2023, beliau adalah lulusan terbaik kita dari prodi PTIK, dilanjutkan program Magister ke UGM dalam bidang komputer engineering, beliau adalah Sofhian Fazrin Nasrulloh, Magister Engineering, dia merupakan core of the core nya IT, bahkan hari ini beliau dipercaya sebagai pemegang proyek besar pengolahan bigdata dan proyeksi pengembangan olahraga di Kementerian pemuda dan olahraga bersama ketua prodi PJKR, Nanang Mulyana, M.Pd.

Untuk mendukung keunggulan dalam bidang kewirausahaan, STKIP juga bekerjasama dengan berbagai perusahaan untuk menciptakan wirausahaan muda dan handal. Sehingga terciptalah memulai bisnis madu yang kita namakan Mbee Honey, yang baru berusia 2 bulan telah menjual lebih dari 300 botol, meciptakan marketing handal adalah bagian dari penguatan visi kewirausahaan, program pembiayaan ibadah haji, minimarket dan Koperasi Syariah Sang pencerah. Semua program ini diciptakan untuk mendukung visi kewirausahaan. Karena platform bisnis ini core nya adalah penciptaan, pemberdayaan, peningkatan kompetensi bisnis mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kuningan.

Tak lupa Nanan juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Bapak/Ibu/saudara/saudari wali mahasiswa yang telah memberikan kepercayaan kepada STKIP Muhammadiyah Kuningan untuk membimbing dan mengawal mimpi-mimpi mahasiswa untuk meraih kesuksesan gemilang di masa mendatang. Semoga ikhtiar mulia ini menjadi jembatan penghubung keridhoan dan kebarokahan dari Allah swt untuk kehidupan kita semua.

Pesan bagi wisudawan-wisudawati, mulailah dengan kata-kata yang baik untuk meraih mimpi anda semua, bangun imajinasi kesuksesan di masa depan mulai sekarang dan tentukan kapan anda action sebagai tahapan menuju kesuksesan itu. Lalu apa sebenarnya kesuksesan itu, yaitu ketika anda ada dirasakan manfaatnya dan ketika anda tiada dirindukan. Nilai tertinggi dalam kehidupan anda adalah khairun nas anfauhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang memiliki kebermanfaatan kepada yang lain.

“Selamat memulai kehidupan baru, awali dengan bahagia, nikmati prosesnya, dan syukuri hasilnya sebagai bonus dari semua proses itu.” [sekre]


Bagikan Berita Ini

Facebook Twitter Whatsapp