Pembelajaran yang Monoton, Sebabkan Siswa Menjadi Bosan dan Malas


Oleh: Tika Nurti Sartika Sari, Mahasiswi Prodi PGSD semester 3B

Kuningan, UPMKnews --- Menjadi guru tidak semudah yang dibayangkan. Karena guru dituntut untuk memiliki keterampilan dalam mengelola kelas, agar kegiatan pembelajaran yang kita lakukan tidak monoton. Pembelajaran yang monoton memiliki dampak yang tidak baik untuk perkembangan belajar siswa, karena jika siswa sudah merasa bosan atau tidak tertarik lagi dengan pembelajaran ia akan semakin malas dengan pembelajaran.

Ketika rasa bosan dan malas  itu sudah mempengaruhi proses belajar mengajar, ada beberapa hal yang dilakukan siswa. Misalnya ngobrol dengan teman sebangku via memo, seolah-olah siswa tersebut sedang mecatat hal penting yang disampaikan pendidik. kenyataannya mereka sedang asik berbincang tentang hal yang lebih menarik (music, film, gossip, bahkan tak jarang membicarakan pendidik yang sedang mengajar).

Sebagai seorang guru, kita harus bisa mengenali setiap kondisi peserta didik kita, karena setiap peserta didik memiliki karakter yang berbeda-beda. Jika banyak yang tidak tertarik pada pembelajaran yang kita lakukan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang kita lakukan ini, monoton.

Pembelajaran yang seperti ini bisa terjadi karena kita sebagai guru tidak melakukan evaluasi terhadap pembelajaran yang kita lakukan setiap harinya. karena dengan kita melakukan evaluasi diri, kita bisa tahu alasan yang membuat pembelajaran itu monoton, baik dalam penyampaian kita saat belajar, media yang digunakan kurang kreatif, dan kurangnya interaksi dengan siswa.

Agar terhindar dari pembelajaran yang monoton kita sebagai guru harus memiliki rencana tersendiri sebelum berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Adapun yang harus diperhatikan agar pembelajaran tidak monoton yaitu: pengkondisian awal belajar yang baik, penggunaan metode belajar yang tepat,  pemilihan media belajar yang cocok untuk materi yang diajarkan, saat pembelajaran berlangsung hadirkan kegiatan yang menyenangkan seperti tepuk-tepukan, tebak-tebakan, dan permainan lainnya, pemberian motivasi dan penghargaan pada setiap murid agar terjalin hubungan yang harmonis. (*)


Bagikan Berita Ini

Facebook Twitter Whatsapp