Perbandingan Individu (Anak) oleh Orang Tua Angkatnya


UPMKNews--Menurut Dewantara (2016:6) Manusia sebagai individu memiliki karakter yang khas di mana satu sama lainnya memiliki keunikan –keunikan tersendiri, oleh karenanya manusia sebagai individu dapat dilihat dari presfektif manusia dengan dirinya sendiri. Menurut Lysen mengartikan individu sebagai orang-orang, Sesuatu yang merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi lagi, kesatuan yang terbatas. Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Individu selalu berada didalam kelompok, peranan kelompok tersebut adalah untuk mematangkan individu tersebut menjadi seorang pribadi. Menurut Berger masyarakat merupakan suatu keseluruhan komplek hubungan manusia yang sifatnya luas. Sejatinya, individu dan masyarakat bukan dua hal yang yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi. Individu merupakan organisme tunggal atau satu kesatuan yang tidak dapat dibagi.

Struktur sosial dapat diartikan diartikan sebagai pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. istilah struktur juga dapat diterapkan pada interaksi sosial. interaksi sosial merupakan salah satu wujud dari sifat manusia yang hidup bermasyarakat. Dari individu dan masyarakat akan terjadi interaksi sosial yang dimana dibagi menjadi 3 yaitu interaksi individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Dalam drama kita terjadinya interaksi Individu dengan kelompok dalam menjalin suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan.

Kasus perbandingan pencapaian kemampuan yang dimiliki oleh seorang anak merupakan salah satu kasus yang melanggar HAM karena setiap orang memiliki kebabasan dalam menentukan tujuan hidupnya. Didalam keluarga ini terjadi karena pebedaan dari kedua anak, yang dimana anak yang pertama lebih sukses, mandiri, dan baik. Sedangkan anak yang kedua itu masih bersekolah dan anaknya pendiam, dan cenderung lebih memilih untuk sendiri sehingga orangtuanya (ayah) sering membeda-bedakan kemampuan yang dimiliki kedua anak tersebut. 

Setiap individu memiliki keunikan, termasuk keunikan dalam kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya, maka dari itu setiap individu harus mengasah kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya agar lebih dalam seperti belajar dengan giat, memahami, mempraktekannya secara langsung dan baik. Dan hendaknya pun orang tua membantu membimbing dan menghargai setiap tumbuh dan perkembangan sang anak karena setiap anak memiliki keunikannya masing-masing. 

Agar terciptanya keluarga yang baik maupun harmonic peran orang tua sangatlah penting. Disini orang tua harus peka terhadap perasaan anak dan cari tahu mengapa mereka dapat merasa seperti itu. Hindari membandingkan anak-anak. Walau alami untuk bilang “kenapa kamu tidak bisa jadi lebih seperti kakakmu?”, hal ini menjadi perbandingan yang tidak adil. Berikan penjelasan agar tidak terjadi permasalahan.

Penulis: Adalah mahasiswa mahasiswi Prodi PGSD 1C: Yusuf Hisyam; Ica Chairunnisa; Sinti Selpiah; Dilla Pebrianty; Nopi Apriyanti; Ai Kurniasih.


Bagikan Berita Ini

Facebook Twitter Whatsapp