Prof. Malik Fadjar Meninggal Dunia, Nanan Abdul Manan: Beliau Tokoh Penggerak Kemajuan Pendidikan


Kuningan, UPMKnews -- Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Pimpinan Pusat dan keluarga besar Muhammadiyah kembali berdukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Prof. Dr. H. Abdul Malik Fadjar, M.Sc. Beliau wafat Senin, 7 September 2020 pukul 19.00 di Jakarta.

“Semoga almarhum ayahanda Abdul Malik Fadjar mememperoleh husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dan Allah menempatkan di sisi-Nya,” Ucap Nanan Abdul Manan, M.Pd, Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan kepada UPMKnews.

Abdul Malik Fadjar meninggal dalam usia 81 tahun. Almarhum merupakan tokoh kelahiran Yogyakarta, 22 Februari 1939, dan telah malang melintang di pemerintahan, khususnya sejak Era Reformasi.

Prof. Malik Fajar merupakan sosok penggerak kemajuan pendidikan di Indonesia. Terlebih pada level pendidikan tinggi, beliau menorehkan sejarah emas bagaimana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dibidani dalam waktu yang bersamaan. Dan kedua PTM tersebut mengalami kemajuan dahsyat hingga hari ini.

Setelah beliau melepas kedua PTM besar, beliaupun dipercaya untuk mengemban amanah sebagai menteri selama tiga periode dengan jabatan menteri yang berbeda pada rezim berbeda pula.

Hal ini mengindikasikan bahwa ide brilian beliau diakui sepanjang zaman hingga saat ini juga, di usia senjanya, beliau didaulat sebagai anggota Wantimpres di periode pertema masa kepemimpinana Jokowi.

Sebuah kepercayaan yang tidak instan. Beliau sangat paham bagaimana mengelola lembaga pendidikan dari dasar hingga pendidikan tinggi, dari pijakan konsep pengelolaan pendidikan tinggi itulah, beliau mengadaptasikan terhadap konsep pembangunan masyarakat secara makro keindonesiaan.

Bagi kami, civitas akademika STKIP Muhammadiyah Kuningan, tentu banyak berhutang budi kepada sosok beliau yang bersahaja dan selalu memberikan spirit bagi kemajuan STKIP, dari awal pendirian tahun 2010 hingga saat ini.

Kini sosok hebat itu telah diambil oleh Sang Khaliq, Sang Pemilik semua keputusan dan Sang Penentu segala masalah kehidupan. Prof. Malik, maestro itu telah meninggalkan kita semua. Kita sedih, menangis mendengar ini, sesak dada ini menerima kenyataan ini. Namun, semua telah menjadi keputusan Sang Pencipta dan Pemilik segala.

“Selamat jalan Prof. Malik. Insya Allah Husnul Khotimah. Jasamu tetap mengalir dan akan terus dinikmati dalam perjalan kehidupan berikutmu,” pungkas Nanan. [red]


Bagikan Berita Ini

Facebook Twitter Whatsapp