Pusat Pelatihan dan Pengembangan STKIP Muhammadiyah Kuningan Gelar Webinar Batch-3, Menggali Kebaruan Dalam Penelitian



Kuningan, UPMKnews -- Pusat Pelatihan dan Pengembangan STKIP Muhammadiyah Kuningan menggelar Seminar Webiner Nasional Batch-3 dengan bertajuk State of the Art, Reasearch Gap and Novelty.

Webinar berlangsung pada hari Rabu, (24 Juni 2020), acara dimulai pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB, melalui aplikasi zoom dan link serta ID password yang sebelumnya disiapkan oleh Panitia.

Ratusan peserta yang mengikuti diskusi ilmiah kemarin, diantaranya dari berbagai instansi pemerintah, para dosen, praktisi, hingga mahasiswa pun ikut dalam gelaran ilmiah tersebut.

Dalam Webinar ini menghadirkan Keynote Speech, Pupung Purnawarman, M.Sc.Ed.,Ph.D
(Presiden The Association of Indonesian Scholars of English Education /AISEE), dan Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan Nanan Abdul Manan, M.Pd.

Sedangkan para Pembicara yang tampil yakni, Dr. Ekawati Marhaenny Dukut, M.Hum (Editor in Chief CELT Universitas Katolik Soedjapranata Semarang), kemudian Dr. Fahrus Zaman Fadly, M.Pd (Managing editor ERJEE Universitas Kuningan).

Acara dimoderatori Agus Saeful Anwar, M.Pd, didukung beberapa bagian kepanitiaan lainnya seperti: Host, Sofhian Fazrin Nasrullah, M.Eng (Kepala Sistem Data Informasi), dibantu oleh Staf Khusus Penata IT Cucu Adikomara, S.Pd.

Webinar kali ini merupakan seri ke-3 atau Batch-3 yang direncanakan akan berlanjut pada webinar berikutnya dengan tema yang akan dikembangkan.

Dalam sambutannya Nanan Abdul Manan, mengatakan sangat bersyukur bisa
menyelenggarakan webinar ini, esensi dari pertemuan ini adalah silaturahmi akademik.

Lanjut Nanan, kegiatan ini merupakan upaya kita dalam meningkatkan kualitas diri, juga kelak bisa memberikan kebermanfaatan, baik untuk mahasiswa, bahkan untuk publik.

Sementara itu, dalam sambutannya, selaku Presiden AISEE Pupung Purnawarman mengucapkan, terimakasih atas kerjasama dan kolaborasinya bersama STKIP Muhammadiyah Kuningan, sehingga webiner batch- 3 ini bisa terselenggara dengan baik.

Dirinya sangat mendukung acara diskusi ilmiah ini, apalagi bagi mereka yang sedang dan akan melaksanakan research untuk kebutuhan publikasi ilmiah. 

"Semakin banyak kita bersilaturahmi akademik seperti ini, maka akan semakin terbuka wawasan dan gagasan kita untuk lebih kreatif dan produktif dalam menghasilkan karya-karya ilmiah dan akademik," kata Pupung.

Mengawali paparannya, Dr. Ekawati menjelaskan tentang State of The Art (SoTA), yang merupakan bahasan atas munculnya gagasan, teori, atau tindakan baru yang berdasarkan suatu pembuktian atas adanya atau tidak berlakunya lagi teori atau tindakan lama yang dikarenakan perkembangan jaman.

Berlanjut kepada penjelasan Research GAP (RG), atau sering juga dimaknai sebagai kesenjangan atau celah dalam suatu penelitian. Ekawati menawarkan langkah atau cara mendapatkan RG yang meliputi pemahaman tentan citation analysis, conten analysis, meta-analysis, systematic reviews, dan future research & limitation.

Diakhir, Dr. Ekawati menjelaskan tentang kebaruan hasil penelitian (Research Novelty), diantaranya, hasil penelitian yang ditemukan belum diperoleh peneliti lainnya, aspek penelitian yang ditemukan berbeda dan tergolong baru dibandingkan dengan hasil riset-riset yang sebelumnya, dan yang terakhir adalah materi atau metode yang dihasilkan peneliti adalah baru.

Usai penyajian materi pertama, Dr. Fahruz Zaman Fadly menyambung apa yang sudah dijelaskan oleh Dr. Ekawati terdahulu, bahwa menurut Fahruz, SoTA, RG, dan Novelty selalu muncul dan menjadi poin utama dalam sebuah introduction di artikel ilmiah. Dan para editor mudah melakukan rejected sebuah artikel yang di submit ke jurnal kita apabila tidak muncul elemen SoTA nya.

SoTA pertama kali muncul dan dipakai pada tahun 1910 di dunia industri saat itu. SoTA sejatinya adalah adjektif atau kata sifat bukan kata benda, dan sinonimnya adalah modern, advanced, fashionable,contemprorary, most novel, newest, dan resent.

SoTA dalam kontek riset merupakan perkembangan paling mutahir dari ilmu pengetahuan, perkembangan mutahir padu satu topik penelitian tertentu, SoTA bisa di ilustrasikan sebagai potongan teratas atau berbentuk piramida atau pucuk teratas.

Bagaimana mendapatkan pemahan yang mendalam tentang SoTA, yaitu melakukan literature secara intensive, dan secara exstensive membaca artikel dengan topik tertentu.

Kemudian memastikan seluruh artikel dengan topik itu terbaca semua, dan tidak ada yang terlewati. Dengan cara inilah SoTA akan tergambar apa perkembangan terkini dari sebuah topik riset, dan kita akan mudah memahami, apa yang dibaca adalah artikel jurnal yg bereputasi internasional atau setidaknya yang diterbitkan oleh jurnal nasional terakreditasi Sinta 2.

Ketua Panitia Oman Hadiana, M.Pd mengucapkan terimakasih, dan bersyukur bisa terlaksananya kegiatan webinar kali ini, "berharap kedepan bisa berlanjut secara berseri," pungkas Oman yang merupakan Dosen Prodi PJKR juga menjabat sebagai Ketua Pusat Pelatihan dan Pengembangan. (sekre/asa)


Bagikan berita ini | Facebook Twitter Whatsapp