Seminar Bulanan: Kembangkan Kreativitas Anak melalui Pendekatan Islami dan Gadget Ramah Anak


Kuningan, UPMKnews Seminar Bulanan (Serbu) Prodi PG-PAUD kali ini mengusung topik tentang Android (Gadget) Ramah Anak dan Konsep Pendidikan Anak Dalam Al Qur’an.” Ahmad Fajri Lutfi, M.Kom dan Dodi Ahmad Haerudin, M.Pd.I tampil sebagai narasumber. Senin (22/3/2021) di Aula Gedung C Lantai 3, Kampus STKIP Muhammadiyah Kuningan.

Acara dibuka oleh Wakil Ketua I, Dr. Casnan, M.Si sekaligus menjadi keynote speaker. Hadir juga Kaprodi PG-PAUD, Erik, M.Pd, didampingi para dosen home base PAUD, dan seluruh mahasiswa Prodi PAUD, dengan tetap mematuhi Prokes (protokol kesehatan).

Tak lupa disela sambutannya, Erik mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa dan semua pihak yang sudah support, sehingga acara seminar bulanan ini bisa terus istiqomah kami lakukan. “semoga bisa memberi tambahan ilmu dan pengalaman bagi mahasiswa untuk kemajuan pendidikan di Kuningan,” tandasnya.

Sementara Dr. Casnan diawal memberikan sambutan sekaligus penyajian materi, ia menekankan kepada peserta bahwa perubahan positif pada diri kita harus terus kita lakukan, mengingat tantangan zaman yang terus berubah.

Perubahan sendiri adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan di dunia dan dalam menjalani profesi. Untuk merespon perubahan tersebut, kita harus terus menerus meningkatkan kompetensi (modal insani).

“Modal insani ini diperlukan untuk menjalankan kegiatan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya sehingga menghasilkan kinerja yang maksimum. Reputasi harus di bangun pada landasan integritas kita beribadah kepada Allah SWT,” tegas dosen jebolan S3 IPB tahun 2020.

Sementara Ahmad Fajri Lutfi, dosen yang senang dengan dunia IT, membeberkan beberapa aplikasi yang ramah digunakan oleh anak, dan tentu ini harus dalam pantauan orangtua. Pria yang sering disapa Fajri pun menyebutkan aplikasi ramah anak, diantaranya: YouTube kids, aplikasi ini sangat aman untuk ditonton anak, karena konten-kontennya anak dan banyak mengedukasi.

Facebook messenger kids, aplikasi ini bisa digunakan untuk chatting anak. Kemudian, Lingokidsm (English Learning for kids), aplikasi ini sangat mengedukasi bahasa Inggris pada anak. Coloring games for kids 3 year & Preschool games, permainan ini berguna untuk mengasah keterampilan anak dalam mewarnai, dan kaya akan animasi juga. Kids Place (Google family link), orang tua bisa memantau aktivitas anak di internet melalui aplikasi itu.

Efek penggunaan teknologi ada manfaat positif dan negatif. Peran orang tua agar bisa mengontrol dan mengetahui teknologi serta memantau aktifitas anak. Semua tindakan pencegahan apapun caranya itu yang terpenting adalah peranan orang tua untuk mendisiplinkan anak. Jgn biarkan anak anteng dengan gedget walaupun ortu sibuk berkatifitas, jelas Fajri dosen Prodi PTIK.

Selain aplikasi ramah anak, pendekatan religious menjadi penting buat perkembangan ananda semuanya. Sebagai pakar psikologi pendidikan, Dodi Ahmad Haerudi, pria asal Cikancas, Cimahi – Kuningan, mencoba menarik benang merah bagi perkembangan anak. Diantaranya adalah tafsir pendidikan tauhid keluarga dalam bingkai QS Al-Baqarah 132-133.

Yang didalamnya mengandung makna, sebagai proses membimbing manusia untuk tetap teguh kepercayaannya, bahwa Allah Maha Esa dan kita hanya tunduk kepada-Nya sampai akhir hayat.

Dari petikan ayat diatas, orangtua memiliki kewajiban untuk membentuk generasi pengubah peradaban, salah satu caranya adalah dengan mengembangkan kreativitas anak-anak dengan nilai-nilai spiritualitas berdasarkan ajaran Islam.

Tanggung jawab pendidikan, pembentukan kualitas dan kepribadian anak merupakan tanggung jawab kedua orang tua. Konsep pendidikan tauhid yang dimaksud adalah gambaran dari, proses perubahan sikap, dan tingkah laku seseorang dalam mengetahui, mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Esa, papar Dodi.

Seminar bulanan kali ini terasa hidup dan dinamis sejak awal sampai dengan akhir acara, karena dimoderatori oleh Chitra Charisma Islami, M.Pd, dosen PAUD yang concern pada isu-isu perkembangan anak di era milenial. Tak hanya itu antusias audiens juga luarbiasa. Apalagi mayoritas peserta adalah keseluruhan mahasiswi-mahasiswi cantik prodi PAUD. (sekre)


Bagikan Berita Ini

Facebook Twitter Whatsapp